sponsor

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Trending Video

Nasional

Peristiwa

Kesehatan

» » Cerita Mistis Dan Seram : Opat Maung, Penjaga Gunung Sindur

Cerita Mistis Dan Seram : Opat Maung, Penjaga Gunung Sindur - Gunung Sindur merupakan gunung yang terdapat di Bogor. Sama seperti dengan gunung yang lainnya, Gunung Sindur juga menaruh narasi misteri di dalamnya. Narasi misteri ini dihadapi seseorang kakek yang tinggal di Gunung Sindur pada tahun 1948. Menurut narasi orang-orang seputar, Gunung Sindur ditempati oleh Opat Maung. Opat Maung merupakan sebutan dari empat siluman harimau yang hidup di Gunung Sindur. Warga seputar dilarang untuk jalan berempat melalui rimba waktu maghrib. Opat maung akan menerkam ke empat warga seputar yang nekat melalui rimba waktu maghrib. Opat maung menduga jika bayangan orang berempat yang berjalan bersama-sama merupakan lawan mereka. 

Cerita Mistis Dan Seram : Opat Maung, Penjaga Gunung Sindur

Pada tahun 1948, pasukan Belanda masih tetap berada di Indonesia. Pasukan Belanda punya niat menculik pemuda kampung di seputar Gunung Sindur. Pasukan Belanda menculik pemuda kampung untuk jadikan KNIL (Tentara Kerajaan Hindia Belanda). Lihat kehadiran pasukan Belanda, Seseorang kakek serta ke-3 temannya yang berjalan di seputar gunung Sindur juga lari masuk ke rimba. Sang kakek serta tiga temannya tersudut dalam rimba besar. Pasukan Belanda juga pada akhirnya sukses temukan mereka. Prajurit Belanda secara langsung menarik kakek serta teman-temannya. Salah satunya rekan dari kakek tidak terima serta melawan. Perlawanan dari salah satunya rekan kakek membuat prajurit Belanda geram besar. Prajurit Belanda yang geram secara langsung menembakkan bedil mengarah rekan kakek sampai terluka. Kakek serta rekan yang lainnya juga tidak terima serta pada akhirnya lakukan perlawanan. 

Prajurit Belanda makin geram, bedil ditembakkan ke semua arah. Di dalam nada bedil yang nyaring mendadak nampaklah seekor harimau. Harimau itu secara langsung menerkam beberapa prajurit Belanda. Salah satunya prajurit sukses terbunuh. Prajurit belanda yang lainnya juga pada akhirnya lari ketakutan. Mendadak dari atas pohon ada harimau putih mendekati kakek serta teman-temannya. Kakek serta teman-temannya secara langsung ketakutan. Nyatanya harimau putih itu tidak jahat, ia coba membantu rekan kakek yang terluka dengan mencongkel peluru yang bersarang di kaki rekan kakek. Peluru itu pada akhirnya sukses di keluarkan. Ajaibnya, rekan kakek yang diobati oleh harimau benar-benar tidak rasakan sakit sedikitpun. Harimau putih juga berbalik mundur serta menghilang saat itu juga. Kakek serta teman-temannya juga mengambil keputusan pulang ke rumah. 

Beberapa bulan lalu, adik dari kakek membuat perayaan sunat. Di dalam perayaan pesta, mendadak sang adik dari kakek mendadak menangis. Kakek yang heran lihat adiknya menangis juga lihat keluar untuk lihat apa yang berlangsung. Nyatanya ada 4 harimau, yang waktu itu selamatkan kakek serta rekan – temannya dari prajurit Belanda, tengah bertumpu dibalik dinding rumah. Kakek yang waktu itu masih tetap belia, bingung serta ketakutan. Kakek pada akhirnya menyebut ayahnya. Waktu ayahnya hadir, ke empat harimau itu telah menghilang. Tetapi, sisa dari sandara harimau masih tetap tampak jelas. 

Bapak dari kakek bercerita jika ke empat harimau yang hadir itu merupakan Opat Maung, Penjaga Gunung Sindur. Opat Maung merupakan Ki Loreng, Ki Bodas, Ki Kumbang serta Ki Tutul. Kakek nyatanya masih tetap keturunan Ki Loreng. Opat Maung hadir untuk lihat perayaan sunat cicitnya. Rekan kakek yang tertembak nyatanya masih tetap keturunan Ki Bodas. Itu argumen kenapa waktu mereka jalan bersama-sama berempat di waktu sore tidak diterkam tapi justru dilindungi oleh Opat Maung. 

Untuk kalian yang berwisata ke Gunung Sindur, baiknya tidak keluar berempat mendekati maghrib, karena Opat Maung akan menerkam orang yang berjalan bersama-sama berempat di waktu maghrib.

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply