Tragis! Kisah Mencekam Hilangnya Peserta Ke-12 Di Coban Rondo - Tahun 2011 saya berubah menjadi mahasiswi dalam suatu perguruan tinggi negeri di Surabaya serta lulus pada tahun 2015. Sepanjang empat tahun berkuliah, saya ikuti suatu organisasi pada salah satunya unit pekerjaan mahasiswa yang berada di universitas saya. Pada awal tahun 2017 unit pekerjaan mahasiswa yang sempat saya ikuti itu membuat Diklat Lega untuk calon anggota baru. Jumlahnya anggota yang ikut juga dalam kepanitiaan di rasa tidak memenuhi untuk melakukan pekerjaan bila di banding dengan jumlahnya calon anggota yang ikuti pekerjaan. Oleh karenanya saya serta rekan-rekan yang telah berstatus menjadi alumni, di undang untuk menolong terlaksananya pekerjaan itu. Bermula dari Diklat lega ini lah cerita mencekam dari nada misterius berawal.

Malam Pertama Cerita Mencekam Coban Rondo
Diklat lega dikerjakan di Coban Rondo suatu obyek wisata air terjun di daerah Malang yang umumnya dipakai mahasiswa untuk lakukan pekerjaan serta berkemah. Pekerjaan berjalan sepanjang 3 hari 2 malam mulai hari Jumat hingga sampai Minggu. Pada Jumat malam kami pergi dari universitas seputar jam 8 malam. Lihat calon anggota sepanjang perjalanan saya telah terasa gregetan, karena pekerjaan Diklat yang semestinya dikerjakan dengan serius tetapi mereka sikap justru bersenda gurau. Waktu itu saya cuma dapat berdoa mudah-mudahan tidak berlangsung apa-apa hingga sampai pekerjaan usai. Sesampai di tempat seputar jam 11 malam, calon anggota serta beberapa panitia diturunkan di tepi jalan.
Dimulailah pekerjaan pertama “Longmarch” di mana calon anggota yang sudah dibagi berubah menjadi kelompok-kelompok mesti menyusuri rimba untuk menuju tempat perkemahan. Beberapa panitia pergi terlebih dulu tempati pos-pos yang sudah dipastikan untuk menyongsong grup peserta yang hadir. Saat itu saya tidak turut melindungi pos, saya ke tempat perkemahan untuk melindungi tenda panitia yang digunakan menjadi pos komando menjadi pusat komunikasi ada. Malam itu tidak berlangsung masalah, tetapi waktu peserta kelamaan membuat mereka sampai tempat perkemahan saat matahari hampir terbit. Saat pelajari pagi hari nyatanya peserta tidak konsentrasi ikuti panduan yang sudah dikasihkan membuat mereka memerlukan waktu lama menyusuri rimba.
Sesudah longmarch saya bersama alumni yang lainnya mulai cemas pada sikap peserta yang berkesan kurang serius serta panitia inti yang kurang tegas. Pagi hari pekerjaan diteruskan dengan agenda yang sudah dipastikan. Sore hari alumni bergabung di warung yang ada agak jauh dari perkemahan spesial untuk mengulas agenda malam kelak yakni “Caraka Malam”. Pada pekerjaan ini dari jumlahnya 30 peserta, satu-satu peserta mesti menyusuri rimba untuk mendapatkan materi dari anggota serta alumni di pos-pos yang sudah dipastikan. Alumni berdiskusi tentang materi yang akan dibekalkan dan sama-sama memperingatkan selalu untuk melindungi kefokusan peserta supaya cerita mencekam tersesat didalam rimba tidak berlangsung.
Cerita Mencekam Nada Misterius dalam Rimba Coban Rondo
Malam hari mendekati jam 9 malam panitia inti menghubungi alumni untuk bergabung serta mengawali pekerjaan caraka malam. Kami kembali serta di dalam perjalanan saat melalui semak-semak, mendadak ada ular berwarna hijau yang melintas di muka kami. Untungnya ular itu tidak melukai kami, serta saat itu juga kami rasakan hal jelek akan berlangsung. Sesampai di tempat perkemahan, acara selekasnya diawali serta panitia bersama alumni masuk ke rimba terlebih dulu untuk tempati pos yang disiapkan dengan bekal molotov. Waktu itu saya tempati pos didalam rimba yang cukuplah jauh dari pintu masuk bersama dengan seseorang rekan.
Pada pos tempat saya ada cuma terdengar gemericik air serta kadang-kadang terdengar lolongan anjing serta serigala. Berdasarkan penjelasan penjaga rimba, tidak jauh dari tempat itu memang terdapat banyak serigala berkeliaran. Saya sempat juga dengar ada nada lemparan batu mengarah seputar saya diluar itu juga merasa ada kedatangan makhluk lainnya di dekat saya tetapi saya mengacuhkannya. Satu per satu peserta sukses melalui pos kami, tetapi nyatanya sesudah melalui jam 12 malam peserta dengan posisi ke-12 tidaklah sampai ke pos kami. Sudah pasti kami sebagai pelaksana pekerjaan secara langsung melakukan tindakan mencari peserta itu. Panitia yang bekerja menjadi penyisir coba mendatangi pos untuk pos namun masih tetap tidak temukan peserta ke-12.
Sampai jam 3 pagi panitia menyusuri rimba namun masih tetap saja akhirnya nihil. Kami begitu cemas serta mengambil keputusan untuk melapor pada polisi rimba bila hingga sampai matahari terbit peserta belumlah diketemukan. Sewaktu fajar akan terbit kami telah hampir menyerah serta siap-siap melakukan sholat subuh. Mendadak peserta ke-12 keluar dari dalam rimba serta diketemukan oleh salah seseorang panitia. Awal mulanya memng banyak peristiwa orang hilang di rimba itu serta tidak kembali. Kami terasa lega peserta kembali dengan kondisi baik serta cerita menyeramkan hilangnya orang di rimba tidak berlangsung kembali.
Sesudah tenang peserta menceritakan tadi malam saat gilirannya masuk ke rimba, ada nada misterius yang menuntunnya ke jalur yang bukan adalah jalur arahan dari panitia. Di dalam perjalanannya dia sadar telah berjalan lumayan lama tetapi tidak temukan pos panitia. Peserta cuma dengar lolongan serigala sepanjang tetapi tidak ada wujudnya. Peserta berbalik arah punya maksud keluar dari rimba tetapi balik lagi ke tempat yang sama. Sampai waktu terdengar adzan subuh mendadak peserta temukan jalan keluar dari rimba. Diprediksikan peserta masuk alam yang lainnya saat menyusuri rimba hingga tidak temukan jalan keluar dan tidak diketemukan saat di cari oleh panitia.
Minimnya konsentrasi peserta dan fikiran yang sudah sempat kosong berubah menjadi pemicu paling utama peristiwa ini. Makhluk halus tetap berada di seputar kita serta mungkin masuk fikiran bila kita tidak konsentrasi. Saat melakukan aktivitas di alam terbuka tidak tutup peluang akan banyak cerita misterius serta mencekam yang kita alami. Oleh karenanya sebaiknya kita tetap berwaspada untuk melindungi keselamatan sendiri supaya terlepas dari beberapa hal yang tidak diharapkan termasuk juga cerita mencekam yang dapat menerpa kita.
loading...






Tidak ada komentar: