sponsor

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Trending Video

Nasional

Peristiwa

Kesehatan

» » Kisah Misteri Menyeramkan Kesurupan Penunggu Gunung Pangrango

Kisah Misteri Menyeramkan Kesurupan Penunggu Gunung Pangrango - Meskipun sekarang ini sudah masuk jaman moderen tetapi cerita misteri tetap harus ada banyak diperbincangkan bahkan juga masih tetap berubah menjadi tema hangat dikalangan orang-orang Indonesia. Tidak kecuali cerita-cerita mistis yang berada di Gunung Pangrango. Karena seperti yang kita kenali juga jika Gunung Pangrango adalah objek pendakian favorite di lokasi Jawa Barat. Jadi tidak mengherankan jika sampai sekarang ini masih tetap tersebar bermacam cerita misteri dari salah satunya gunung yang ada di lokasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini. 

Kisah Misteri Menyeramkan Kesurupan Penunggu Gunung Pangrango

Buat Anda yang seringkali mendaki Gunung Pangrango tentu telah ingat spot-spot mana saja sebagai spot angker atau “spesial”. Perihal ini jelas perlu untuk diketahui terutamanya buat beberapa orang yang memang suka mendaki di Pangrango. Karena dengan tahu Anda berubah menjadi lebih siaga serta bisa lebih melindungi bicara dan perbuatan. Terlebih di gunung ini sangatlah populer banyak penunggunya seperti yang dikisahkan oleh kebanyakan sumber yang tidak lainnya merupakan seseorang pendaki. Serta narasi mistik di bawah ini merupakan salah satunya narasi yang datang dari cerita riil bersumber pengalaman seseorang pendaki di Gunung Pangrango. 

Cerita Misteri Penunggu Gunung Pangrango yang Memohon Tumbal 

Saat itu ada sekumpulan pendaki yang ingin mendaki Gunung Pangrango tetapi karena cuaca tidak mensupport hingga mereka tunda perjalanan serta mengambil keputusan untuk menginap di Kandang Batu serta bukan di Kandang Badak. Sejak dari awal sebagian dari grup pendaki itu sudah rasakan aura aneh di sekitar mereka, misalnya saat mereka berhenti di Kandang Batu yang mana ada suatu pondok mereka rasakan jika ada yang tengah mengawasi serta mengintai. Diluar itu mereka juga rasakan jika ada bayangan yang hilir mudik dibalik pondok tempat mereka berteduh. Tetapi karena tidak ingin menakuti yang lainnya, mereka mengambil keputusan untuk tidak mempedulikan hal itu. 



Saat malam mendekati semua telah dikasihkan instruksi yakni untuk pendaki lelaki tidur di pondok, sedang pendaki wanita tidur di muka pondok memakai tenda. Serta satu diantara mereka yang mempunyai indera ke enam ada di muka tenda wanita untuk berjaga-jaga ucap saja Herman. Herman duduk bersila membelakangi pondok serta mengaji dengan khusyuk, tetapi keanehan mulai ada waktu malam mendekati. Karena Herman tidak bergerak sedikitpun dari tempat awalannya sesudah demikian lama masih tetap duduk bersila serta membelakangi rekan-rekan yang lainnya. Pada akhirnya beberapa pendaki mendekati Herman serta menyentuh pundaknya, tetapi bukannya melihat Herman justru jatuh dalam sikap duduk bersila seperti orang beku. 

Pendaki lainnya terasa cemas karena menduga Herman alami hipotermia, tapi saat akan diangkat ke pondok malah Herman menyeringai sekalian menyampaikan beberapa kata aneh “Kalian janganlah beberapa macam, dari sini tempatku, ” demikian kurang lebih yang disampaikan Herman sesudahnya dia tidak sadarkan diri. Saat itu juga rekan yang lainnya secara langsung membaca ayat-ayat suci serta berdoa supaya tidak berlangsung suatu yang tidak diharapkan. Sesudah hal itu, situasi berubah menjadi aneh, grup pendaki itu berubah menjadi “terisolasi” karena tidak ada suara-suara tidak hanya nada tetesan air dari pondok juga dengan sapaan pendaki lainnya. Karena mereka hapal benar jika hari itu banyak pendaki yang berpapasan dengan mereka pada saat naik gunung. 

Lalu mereka masih meneruskan perjalanan seperti gagasan awal tapi Herman masih tetap malas menceritakan tentang peristiwa tempo hari yang ia alami. Serta saat telah turun gunung Herman mulai buka nada tentang cerita misteri yang ia alami, ia menyampaikan jika sejak dari tempat air terjun panas rombongan telah dibarengi oleh makhluk dari bangsa jin dengan perawakan tinggi, besar serta hitam. Ia tetap mengintai dari tepi rimba, lantas waktu malam itu saat Herman mengaji ia dihampiri serta dibawa ke keraton ghaib yang besar. Rupa-rupanya jin itu akan memohon tumbal dari salah satunya rombongan. Tetapi Herman menampik serta terjadi perkelahian, di dalam terjadinya perkelahian itu datanglah Pangeran Surya yang diketahui menjadi penunggu serta penjaga Gunung Gede Pangrango menolong Herman hingga jin itu tidak jadi memohon tumbal. 

Jadi itu sepercik cerita misteri yang sempat dihadapi oleh pendaki Gunung Pangrango. Karena itu baiknya jaga bicara serta perbuatan terlebih saat ada di alam bebas seperti gunung yang mana kita ketahui ada diluar “jangkauan” kita. Serta baiknya cari info terlebih dulu dengan cara terinci tentang gunung yang akan didaki untuk kebutuhan bersamanya.

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply