Cerita Misteri Nyata Hewan Siluman Sesembahan Yang Penuh Dengan Mistis - Pada intinya, kehidupan manusia tetap penuh dengan ingin tahu. Titik puncaknya merupakan kesadaran jika ada yang kuasai atau mencampuri nasib mereka diluar batas kapabilitas manusia tersebut. Beberapa salah satunya, kapabilitas mengagumkan itu tersembunyi dalam bentuk hewan. Spirit ini juga pada akhirnya dikodifikasi menjadi suatu mulia. Ini merupakan beberapa hewan yang disembah menjadi dewa dari belahan dunia. Adakah dari Indonesia?

Kera
Kera meupakan hewan yang dipandang lincah serta sangat dekat dengan manusia. Dari bermacam tingkah serta style menyesuaikan juga hampir serupa. Di sejumlah kebudayaan, kera tempati tempat yang cukuplah tinggi menjadi seoarang kesatria. Seperti contoh Hanuman dalam kesusastraan agama Hindu atau Sun Wo Kong dalam cerita Perjalanan Meunju Barat. Kedua-duanya memiliki kapabilitas untuk disegani beberapa manusia. Untuk yang satu ini, hampir semuanya negara memiliki figurnya. Bahkan juga di Indonesia sendiri bangun kuil buat mereka berdasar pada pusat keyakinan semasing.
Petsuchos si Buaya
Hewan yang dipuji menjadi dewa setelah itu datang dari Mesir, yaitu Dewa Sobek. Perwujudannya, ia sering digambarkan menjadi manusia berkepala buaya atau buaya tersebut. Jalinan kedua-duanya begitu erat hingga dipandang satu bentuk pengjaga sungai Nil. Dahulu, beberapa tetua di Mesir menyimpan buaya yang dipandang suci itu didalam satu kolam. Lalu, beberapa tetua memberikannya bermacam minuman dan makanan elegan. Jika buaya itu wafat, jadi ia akan dikebumikan seperti orang terpenting. Setelah itu, beberapa tetua akan pilih buaya menjadi representasi seseorang dewa.
Tikus dari Kuil Mata
Umumnya, Tikus dianggaps menjadi hewan pengerat pengganggu, hama, maupun penyebar penyakit. Tetapi, hal itu tidak laku di India. Sekurang-kurangnya, dalam kuil Mata ada 20. 000 tikus dipandang suci. Mereka mendapat perlakuan spesial dengan minuman dan makanan nikmat. Bahkan juga, sebagian orang juga ambil makanan bekas sang tikus menjadi bentuk penghormatan serta penelusuran karunia.
Hewan yang disembah menjadi dewa ini tidak lepas dari peristiwa pada abad-15. Seseorang wanita suci bernama Karni Mata yang bangkit serta dipandang seperti reinkarnasi Durga. Dengan kemampuannya, penguasa lokal sukses membuat bermacam serbuan serta penguatan pertahanan. Ungkapan balas layanan, sang penguasa menggantinya dengan kuil untuk sinyal penghormatan. Konon, saat ia wafat, kematian menampik membangkitkannya kembali, akan tetapi Kematian berjanji tuk merubah keturunannya jadi tikus jika wafat. Setelah itu, mereka akan kembali menjadi manusia pada kematian setelah itu.
Kambing Khokana
Kambing di Nepal seperti mendapat privilege sendiri mengingat disembah menjadi dewa. Mereka bergerak bebas serta bahagia kemana juga mereka ingin. Bahkan juga, akan tidak ada yang berani menyakiti mereka walau berlarian, makan tanaman, dan lain-lain. Hal seperti ini berlangsung karena orang Nepal yakin jika kambing itu merupakan reinkarnasi dari Dewi Durga. Meski begitu, adegan cukuplah pahit juga dihadapi oleh beberapa kambing bila masuk festival Deophokari. Beberapa perlakuan jelek juga berlangsung karena orang akan mencabik daging kambing muda dengan gigi maupun perlakuan kasar. Festival ini telah berusia 900 tahun lebih.
Angsa Juno
Angsa Juno merupakan keyakinan punya bangsa Romawi yang mendewakan angsa. Peristiwa itu erat hubungannya dengan peranan angsa yang membangunkan beberapa tentara Romawi saat melawan orang Galia. Sewaktu itu, orang Romawi telah tertekan sampai ke pusat kota. Dalam satu malam, orang Galia menyelusup ke Capitol. Angsa juga membuat kegaduhan untuk membangunkan tentara Romawi. Akhirnya, mereka dapat memukul mundur bangsa Galia. Itu merupakan hewan yang disembah menjadi dewa karena peranannya dalam kehidupan manusia.
loading...






Tidak ada komentar: