sponsor

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

Trending Video

Nasional

Peristiwa

Kesehatan

» » Nyata! Tradisi Potong Jari Suku di Indonesia yang Membuat Dunia Tercengang

Nyata! Tradisi Potong Jari Suku di Indonesia yang Membuat Dunia Tercengang - Indonesia diketahui mempunyai sangat banyak suku. Salah satunya lokasi yang masih tetap mempunyai banyak suku tradisionil merupakan Papua. Sebut saja suku Asmat yang populer mendunia. Tetapi, ada satu suku yang membuat dunia tercengang karena tradisinya yang unik serta ekstrim. Kebiasaan ini diketahui dengan arti “iki palek”. Disebut ekstrim karena kebiasaan ini mewajibkan orang-orang untuk memotong jari-jari mereka. Bagaimanakah dapat hal yang menyakiti sendiri mungkin saja kebiasaan yang sampai saat ini masih tetap dilestarikan di jaman yang telah serba moderen ini? 

Nyata! Tradisi Potong Jari Suku di Indonesia yang Membuat Dunia Tercengang

Arti Mendalam Kebiasaan Potong Jari 

Kebiasaan potong jari ini cuma dapat diketemukan pada Suku Dani. Buat mereka, keluarga merupakan segala-galanya. Sudah pasti, kehilangan keluarga berubah menjadi hal yang begitu memilukan. Uniknya, orang-orang suku Dani tetap memotong satu ruas jari setiap saat ada salah seseorang keluarganya yang wafat. Perihal ini dikerjakan untuk mengungkap perasaan sakitnya ditinggal bagian keluarga tersayang untuk selamanya. Berarti, waktu ditinggal bagian keluarga, mereka akan rasakan sakit luar serta dalam. 

Kebiasaan Potong Jari Cuma Berlaku untuk Golongan Udara? 

Kebiasaan potong jari ini nyatanya tidak dikerjakan oleh semuanya orang-orang suku Dani. Menurut kebiasaan mereka, yang memiliki keharusan untuk memotong jari merupakan kaum wanita saja. Umumnya, ini dikerjakan oleh seseorang ibu. Bila ibu tidak wafat, jadi wanita sangat tua yang lakukan kebiasaan ekstrim ini. Walau demikian, nyatanya juga kerap diketemukan banyak pria yang lakukan kebiasaan ini menjadi bentuk ungkapan perasaan sakit ditinggal keluarga. Walau tiap-tiap orang ingin mempunyai anggota badan yang komplit, tetapi mereka ikhlas memotong jari-jari mereka cuma untuk mengungkap perasaan cinta pada keluarga. 

Ketentuan Kebiasaan Potong Jari 

Mungkin saja kalian bertanya-tanya, bagaimanakah mereka memotong jari-jari mereka tiap-tiap kalia ada bagian keluarga yang wafat? Apakah memakai langkah tradisionil atau moderen? Seperti kita ketahui, suku-suku di Papua masih tetap dapat disebut ketinggalan dari jaman. Berarti, mereka masih tetap menggunaka beberapa cara tradisionil dalam semua aktifitasnya seperti kenakan pakaian, memasak, dan lain-lain. Begitupun dengan kebiasaan potong jari ini, mereka memotong ruas jari dengan memakai kapak batu yang tumpul serta keras. Ada pula yang memakai pisau tradisionil. Bahkan juga, ada yang lebih menyakitkan yakni menggigit jari mereka sendiri hingga sampai putus. Dapat dipikirkan, begitu mengerikan, kan? Kita yang memikirkan saja telah terasa merinding, terlebih bila lihat peristiwanya secara langsung. Sudah pasti, ini begitu menyakitkan. Namun buat mereka, sakitnya kehilangan keluarga tambah lebih menyakitkan di banding sakitnya kehilangan jari. 

Apakah benar Kebiasaan Potong Jari Masih tetap Dikerjakan? 

Salah satunya pertanyaan yang terbesit di pikiran kita, apa yang berlangsung bila mereka tidak lakukan kebiasaan potong jari waktu bagian keluarga ada yang wafat? Sebetulnya, tidak ada keyakinan apa-apa tentang perihal ini. walau demikian, mereka masih melestarikan kebiasaan ini sampai saat ini. Walau ada sekian banyak orang-orang yang telah mulai tinggalkan kebiasaan ini, namun faktanya ada banyak kita dapatkan orang-orang suku Dani yang tetap memotong jari mereka waktu ditinggal keluarga ke alam baka. 

Bagaimanakah bila mereka mempunyai banyak bagian keluarga yang banyak serta telah wafat semuanya? Terdapat beberapa wanita di suku Dani yang tinggal mempunyai 3 jari saja. Bahkan juga ada yang ruas jari-jarinya telah habis terpotong semuanya. Ini menunjukkan jika kesetiaan pada keluarga mereka demikian besar. Begitu memilukan memang. Semoga kebiasaan yang mengerikan ini dapat ditukar dengan kebiasaan yang lebih berguna tak perlu menyakiti diri-sendiri.

loading...
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Leave a Reply