Ngeri! Cerita Penampakan Pocong Penunggu Pohon Tepi Desa Yang Menyeramkan - Seputar tahun 1980 an, masih tetap ada beragam daerah yang belumlah dialiri listrik pada sebagian tanah jawa. Perihal ini juga berlangsung suatu daerah pelosok di lokasi propinsi jateng. Di desa itu hiduplah seseorang pemuda bernama edi. Figur edi diketahui menjadi seseorang pemuda yang kurang baik, disebutkan demikian karena ia tetap mabuk – mabukan. Diluar itu, edi bersama rekan – temannya juga kerap keluar malam. Bahkan juga sering mereka bergadang di tepi desa hingga sampai pagi hari mendekati. Tempat favourite Edi serta kawan – kawan bergadang merupakan pohon ringin besar di tepi desa. Cerita penampakan pocong yang dihadapi Edi juga di tempat itu.

Narasi Penampakan Pocong Menyeramkan
Pocong adalah salah satunya hantu yang menyeramkan. Makhluk gaib type ini mempunyai bentuk seperti manusia. Walau demikian semua badan dari sang makhluk astral itu terbungkus kain mori berwarna putih. Kain itu yang diikat serta cermat tutup semua badan sang makhluk menyeramkan.
Memikirkan mengenai hantu pocong saja telah membuat bulu kuduk merinding. Terlebih bila lihat penampakan dengan cara langsung. Bila hal tersebut berlangsung, tentu orang yang memandangnya akan ketakutan. Bahkan juga yang lebih kronis lagi, orang itu akan tidak sadarkan diri saat itu juga karena karena sangat ketakutannya.
Cerita penampakan pocong ini sempat dihadapi seseorang pemuda bernama Edi. Peristiwa menyeramkan ini tidak pernah hilang dari sang pemuda meskipun sekarang ini sudah dikarunia dua orang putra. Peristiwa lihat hantu berbalut kain mori ini berlangsung pada tahun 1980an. Saat itu desa rumah Edi belumlah dialiri listrik. Fasilitas transportasi yang dipakai juga baru berbentuk sepeda. Dengan kondisi ini, jadi bisa dipikirkan bila kondisi sangat gelap gulita.
Pada saat mudanya, Edi diketahui menjadi figur pemuda yang kurang baik. Ia kerap mabuk – mabukkan serta pulang malam. Bahkan juga sering Edi kembali kerumahnya sesudah pesta miras. Ia bersama dengan rekan – topiknya seringkali nongkrong dibawah pohon beringin tepi desa. Mereka nongkrong ditempat itu karena suasananya yang enak untuk begadang. Sekalian diterangi lampu petromak. Mereka berpesta hingga sampai pagi hari.
Peristiwa seram lihat pocong ini berlangsung saat malam jumat bulan Juni di tahun 1980. Seperti umumnya, setelah isya’ Edi pergi keluar rumah. Dengan sepeda ontel yang sudah diperlengkapi lampu, ia menuju tempat nongkrong bersama dengan rekan – temannya. Ia mengayuh sepeda dengan cara perlahan – perlahan sekalian nikmati sebatang rokok di tangannya.
Perlahan-lahan – tempat ia mulai menyusuri jalan desa yang sepi. Walau demikian ada suatu keanehan pada malam itu. Sepanjang perjalanan, Edi tidak menjumpai satu orang juga. Umumnya waktu keluar malam, ia akan secara langsung berjumpa dengan rekan – rekan mabuknya. Walau demikian Edi tidak memperdulikan hal itu. Pemuda ini selalu mengayuh sepeda menuju pohon ringgin tepi desa tempat nongkrong.
Waktu hampir hingga sampai di dekat pohon ringin, ia lihat suatu yang aneh. Edi lihat benda putih bercahaya yang lumayan besar. Ukuran dari benda itu setinggi manusia. Lalu perlahan – perlahan ia mendekati bentuk aneh yang tadi. Makin dekat, bulu kudunya tiba – tiba berdiri tegak. Walau demikian ia tidak menghiraukannya.
Begitu terkejutnya Edi waktu lihat benda yang tadi dalam jarak dekat. Nyatanya makhluk itu merupakan figur pocong yang menyeramkan. Mata dari makhluk astral itu berwarna merah menyala. Bau anyir darah juga secara langsung tercium. Waktu lihat makhluk yang tadi, Edi tidak bisa bergerak. Ia terpaku beberapa waktu hingga sampai hantu pocong lenyap. Sesudah menghilang baru Edi bisa bergerak. Secepat kilat ia mengayuh sepeda pergi dari tempat itu. Cerita penampakan pocong ini mengubah mencolok pada diri Edi. Saat ini ia jarang keluar malam serta lebih patuh dalam melaksanakan ibadah.
loading...






Tidak ada komentar: