Menguak Kisah Mistis Yang Belum Terpecahkan Di balik Sengketa Rumah Perum Rinjani Yang Penuh Misteri - Dari demikian narasi tempat tinggal berhantu di lokasi Jawa Timur, tentulah umumnya tetap mengacu pada tempat tinggal Hantu Darmo di Surabaya. Karena sangat tenarnya, lokasi-lokasi lainnya juga tertutup. Walau sebenarnya, ada tandingan keseraman yang seangker rumah Darmo itu. Persisnya perum Rinjani, Malang. Kemegahan bangunan bedesain ala Eropa. Di balik keindahan perum rinjani ini menaruh beberapa jenis penampakan. Noni Belanda yang seringkali ada dari balik jendela. Figur menakutkan itu sampai sekarang ini sering menghantui orang yang melalui tempat tinggal tua itu.

Tempat Rinjani
Tempat tinggal megah nan elegan berada pada jalan Rinjani No. 14 itu terlihat lebih lusuh. Masalahnya tumbuhan ilalang sempat meninggi. Ditambah lagi, catnya telah mulai sirna dengan bagian-bagian bangunan yang rusak. Cerita mistis dari rumah dari lokasi administratif kelurahan Oro-oro Dowo, Klojen ini beberapa kali sudah masuk media bikin ataupun elektronik. Tiap-tiap cerita baik penampakan ataupun nada mistis tetap meningkatkan kengerian dari ruang itu.
Menurut beberapa sumber, di balik kemegahan perum rinjani ada penampakan noni Belanda. Hal seperti ini kelihatannya hampir sama dengan style arsitekturnya. Kondonium itu konon menghadirkan beberapa jenis perlengkapan dari Eropa. Kalaupun lebih detilnya, bentuk tempat tinggal itu seperti cerita film Amitvile asal Amerika. Setiap saat orang lihat noni Belanda, ia tetap ada di atap atau di balik jendela. View jendela itu bertemu secara langsung ke jalan raya serta hal tersebut makin meningkatkan kejelasan saat si noni itu memperlihatkan diri.
Keluarga Belanda
Sampai sekarang ini, belumlah di ketahui asal muasal di balik figur noni di perum rinjani. Beberapa cuma menyangka jika dia merupakan wanita yang sempat menempati rumah itu atau makhluk astral yang mirip wanita barat. Cerita lainnya juga dikatakan waktu seorang sempat lihat meneer Belanda duduk di teras. Dia bersantai pada saat senja hampir jadi petang. Serta, anak-anak dari dunia lainnya juga sudah sempat memperlihatkan diri lewat cara bermain di halaman rumah itu. Nuansa mencekam sudah sempat meningkatkan bulu kuduk pertama kalinya masuk halaman, sumur tua sudah menyongsong kita.
Waktu lihat rumah itu, semestinya beberapa pengunjung tidaklah terlalu jumawa atau coba ingin mengetes keangkerannya. Masalahnya seseorang mahasiswa baru di kota apel itu sempat coba menjajal. Dia juga lihat noni Belanda dengan tatapan memperihatikan serta muka “mengerikan”. Di lain sisi, kagum pada arsitektur semakin banyak dianjurkan. Mengingat, beberapa pemerhati bangunan tua sudah sempat membulatkan tekad untuk menjaga ala kadarnya tempat itu. Akhirnya, siang maupun malam, pengunjung tetap ketertarikan untuk bertandang.
Pemilik Sah
Lepas dari hal tersebut, di balik narasi angker perum rinjani juga menaruh intrik harta warisan. Di ketahui jika pemilik bangunan itu merupakan orang keturunan Tionghoa. Sesudah wafat pada tahun 1986, kepemilikan rumah itu dikasihkan pada anaknya. Dengan tempat 1. 264 meteer, nyatanya ada yang mengaku jika tempat tinggal itu sudah dihibahkan pada sang rekan sebelum wafat. Pada akhirnya, rumah ini sekarang jadi pertikaian pada generasi penerus serta sahabatnya. Persoalan ini makin pelik, waktu tempat tinggal itu ditaksir sampai Rp 10 Milyar. Tempat yang strategis tentulah akan menghadirkan laba banyak.
Di balik keindahan perum rinjani yang angker itu, sepantasnya pemerintah daerah dapat jadi jembatan atau mediator pada beberapa tergugat. Mengingat, bangunan bergaya kuno itu sangatlah jarang diketemukan. Jika dirawat dengan baik, tempat itu bisa jadikan satu tujuan. Tentulah, kesepakatan hitam-atas-putih butuh dikerjakan pada pemerintah daerah serta pemilik resmi.
loading...






Tidak ada komentar: