Kisah Mistis Sosok Makhluk Mengerikan yang Dipercaya Penghuni Gedung Setan Surabaya - Di seputar daerah Banyu Urip serta Kupang Surabaya, Jawa Timur ada suatu bangunan tempo dahulu yang begitu menyeramkan. Bangunan itu begitu populer karena menaruh cerita horor di dalamnya. Masyarakat Surabaya seringkali mengenalnya dengan sebutan Gedung Setan. Karena letaknya dekat dari jalan raya, gedung berwarna putih serta terlihat kusam ini ringan dikenali bangunannya serta diketemukan. Tidak diduga Gedung Setan yang terdiri atas 2 lantai serta mempunyai luas bangunan seputar 400m2 sampai sekarang ini masih tetap berpenghuni. Masyarakat yang menempati Gedung Setan merupakan beberapa orang yang beretnis Tionghoa serta profesinya menjadi pedagang di pasar tradisonal seputar bangunan itu. Didalam gedung itu terdiri atas bilik-bilik sempit menjadi rumah masyarakat.

Karena keadaan bangunan yang tidak tertangani, telah lama Gedung Setan akrab dengan narasi horor yang mencekam. Peristiwa waktu lantas di bangunan itu juga tersisa misteri Gedung Setan. Gedung Setan atau umum dimaksud “Spookhuis” di bangun oleh J. A. Middelkoop pada saat penjajahan Jepang persisnya pada tahun 1809. Sesudah Middelkoop meninggal dunia, rumah itu beralih tangan serta dihuni oleh orang Tionghoa. Serta sekarang ini hak kepemilikan atas Gedung Setan jatuh pada keturunan ke-7 dari pemilik gedung yakni seseorang entrepreneur bernama Teng Kun Gwan. Penghuni Gedung Setan tempati bangunin dengan turun alami penurunan dari kerabat mereka semasing.
Sempat ada cerita tentang Gedung Setan di mana dahulu manfaat bangunan itu menjadi tempat menaruh jenazah orang etnis Tionghoa sebelum mereka dimakamkan. Jenazah disimpan lantas dimandikan lalu diprosesikan di gedung itu setelah itu dimakamkan ditempat pemakaman yang berada di seberangnya. Cerita itu tidak dibuktikan dari ada catatan tercatat bahkan juga masih tetap jadi pertanyaan untuk kebenarannya. Akan tetapi ukuran pintu yang tinggi sekali dari bangunan itu diakui berperan menjadi tempat melalui untuk prosesi pemakaman jenazah. Sebelum beralih tangan ke orang Tionghoa, bangunan ini dulunya sempat dipakai oleh tentara Jepang untuk lakukan penyiksaan ketika Jepang menjajah Indonesia. Beberapa hal itu menimbulkan cerita horor lainnya berbentuk beberapa penampakan di Gedung Setan sampai saat ini.
Cerita Horor Penampakan Gedung Setan
Ada yang bercerita jika seringkali dijumpai hantu anak kecil ada di Gedung Setan. Hal seperti ini dihubungkan dengan peristiwa waktu lantas di mana seseorang penghuni membunuh anaknya yang di ketahui hasil dari jalinan gelap. Hantu anak kecil yang kerap jadi penampakan di gedung Setan diprediksikan merupakan arwah gentayangan dari anak penghuni itu yang sudah dibunuh. Diluar itu penghuni Gedung Setan juga mengakui kerap lihat penampakan hantu budak kapal yang berkeliaran. Diakui pada saat itu ada seseorang budak sebelum wafat berpesan jika ia mati jenazahnya janganlah dimandikan. Pada badan hantu itu dijumpai cap kepemilikan budak hingga dimaksud hantu budak kapal.
Penampakan noni Belanda juga meningkatkan jejeran narasi misteri di Gedung Setan. Di dekat tangga menuju lantai 2 didalam Gedung Setan saat larut malam umumnya ada noni Belanda yang memperlihatkan diri. Hantu itu kerap memperlihatkan diri saat kita tengah berjalan sendiri. Walau banyak narasi penampakan hantu di Gedung Setan akan tetapi penghuni gedung mengakui telah terlatih akan penampakan-penampakan itu.
Walau banyak cerita horor yang menyelimutinya Gedung Setan, akan tetapi penghuni gedung itu mengakui tidak jadi masalah karena sudah terlatih. Bangunan yang terlihat menyeramkan itu ditempati oleh 53 kepala keluarga dengan turun-temurun tidur berhimpitan didalam bilik-bilik setan. Bila Anda ingin berkunjung ke Gedung Setan serta ingin tahu sensasi mencekam gedung itu, Anda dapat hadir ke tempat serta memohon izin pada penghuni untuk masuk serta lihat situasi didalam gedung.
loading...






Tidak ada komentar: