Kisah Dan Fakta Horor Sosok Makhluk Mengerikan yang Dipercaya Penghuni Kamar 101 - Walau beberapa orang takut tentang hantu, akan tetapi narasi horor masih jadi tema yang sangat asik untuk diperbincangkan dengan rekan-rekan kita. Karena bukan sekedar tuangkan kondisi yang menegangkan serta menyeramkan hingga membuat merinding, kadang narasi horor yang menyeramkan justru tinggalkan perasaan geli serta lucu saat kita meceritakan kembali cerita itu. Saya pribadi sempat seringkali alami cerita menyeramkan yang terkait dengan makhlus halus atau hantu. Salah satunya cerita yang saya alami merupakan saat saya bermalam di kantor untuk merampungkan pekerjaan dari atasan yang telah dikejar tujuan.

Pada tahun 2016 saya sempat bekerja di salah satunya lembaga di Kota Surabaya. Kantor itu suasananya begitu sepi serta cukuplah menyeramkan terdiri atas bangunan-bangunan tua yang dahulu digunakan menjadi rumah sakit akan tetapi beberapa waktu terakhir dialih fungsikan menjadi kantor. Walau demikian pegawai yang bekerja di kantor juga sedikit hingga ada banyak ruang-ruang yang tidak dipakai. Jam masuk kantor jam 07. 30 serta jam pulang kantor jam 16. 00 tetapi banyak pegawai yang kerap lembur ditambah lagi bila ada project yang telah mendekati batas waktu, beberapa pegawai umumnya pulang sampai jam 21. 00.
Waktu itu saya masuk dengan project riset yang diadakan oleh salah satunya lembaga Kementeriaan Indonesia. Karena berbentuk project jadi semua pekerjaan baik di lapangan ataupun di kantor mesti tuntas sesuai dengan batas waktu yang sudah dipastikan. Jumlahnya masalah di lapangan membuat data yang disatukan serta semestinya di kirim ke kantor kerap terlambat serta tidak cocok dengan waktu yang sudah dijadwalkan. Hal seperti ini membuat saya serta rekan-rekan saya yang di kantor mesti melembur untuk lakukan proses koreksi data serta pembuatan laporan.
Pada saat istirahat makan siang banyak narasi horor yang saya dengar dari pegawai yang sudah lama bekerja dari sana. Bukan sekedar mendekati sore hari akan tetapi pada pagi atau siang hari mereka juga alami kejadian-kejadian ganjil di kantor. Awalannya saya tidak yakin dengan narasi makhluk halus yang mereka katakan, karena memang saya condong realistis serta tidak demikian yakin beberapa hal mistis. Akan tetapi sekian waktu saya melakukan aktivitas di kantor seringkali saat saya berjalan melalui lorong atau beberapa ruang mendadak tercium berbau anyir darah, walau sebenarnya di sekitar daerah itu tetap dibikin bersih oleh pegawai kebersihan. Seringkali saya ingin tahu serta saat saya lalui lagi tempat itu, berbau anyir tidak tercium lagi.
Narasi Horor Mendekati Senja
Dalam satu sore saya serta rekan-rekan saya diwajibkan melembur, seputar jam 16. 00 saya serta rekan-rekan saya pergi ke masjid untuk menunaikan beribadah. Sesudah tuntas rekan-rekan saya beristirahat sesaat dimasjid untuk melepas capek akan tetapi saya akan memutus untuk kembali pada ruang terlebih dulu. Sesudah sesaat di ruang, rekan-rekan saya menyusul masuk ke ruang dalam kondisi cemas serta histeris. Saya menentramkan mereka sesaat lalu saya menanyakan apakah yang sudah mereka alami.
Sesudah tenang mereka menceritakan jika barusan alami peristiwa yang horor pada saat perjalanan dari masjid ke ruang. Saat melalui suatu ruang di ujung lorong, mereka lihat sesosok orang didalam ruang yang cuma memperlihatkan separuh mukanya. Waktu itu saya tidak yakin karena ruang itu cuma dipakai untuk penyembuhan akupuntur di mana waktu itu tidak ada jadwal akupuntur serta semestinya ruang itu kosong. Karena ada perasaan ingin tahu lalu kami berbarengan melalui ruang itu serta nyatanya memang tidak apa-apa. Tidak tahu yang rekan-rekan saya alami itu memang benar berlangsung atau cuma halusinasi mereka saja.
Beberapa waktu lalu kami makan siang bersama dengan salah seseorang pegawai yang telah beberapa waktu bekerja di kantor, lalu kami menceritakan tentang peristiwa yang kami alami awal mulanya. Nyatanya pegawai itu mengatakan jika memang ruang itu dikit angker karena dahulu ruang itu dipakai menjadi ruang untuk buang janin yang digugurkan. Kadang juga terdengar sura tangisan bayi di seputar ruang itu. Sesudah dengar hal tersebut, mulai sejak itu saya serta rekan-rekan setiap saat melalui ruang itu tidak berani mengarahkan pandangan menuju ruang karena takut lihat penampakan lagi.
Narasi Horor Kamar 101
Didalam gedung kantor ada penginapan di mana umumnya kamar-kamar dipenginapan itu disewakan untuk pihak umum serta kadang dipakai untuk tempat berkunjung beberapa petinggi atau pegawai dari kantor pusat yang tengah ditugaskan di kantor kami. Walau demikian tempat penginapan begitu sunyi sepi serta jarang sekali ada pegawai yang ingin bermalam disana walau gratis. Penjaga penginapan juga sesudah jam 16. 00 pulang serta penginapan kosong.
Rumah saya tidak jauh cuma memerlukan waktu seputar 45 menit dari kantor, begitupun dengan rekan-rekan yang lainnya. Cuma saja karena atasan saya bertempat di Jakarta, hingga wajtu itu beliau merekomendasikan supaya kami bermalam saat 3 malam di kantor bersama dengan beliau untuk merampungkan pekerjaan. Saya telah coba menampik ajakan beliau dengan halus serta memberikan keyakinan supaya pulang ke rumah saja, akan tetapi kelihatannya beliau juga mencari rekan untuk bermalam di kantor.
Waktu itu kami tempati kamar 101 di mana kamar itu adalah kamar VVIP yakni kamar yang memiliki sarana sangat komplet di penginapan. Kamarnya benar-benar sangat luas, ada ruangan tamu dibarengi sofa, kamar mandi dalam, 2 tempat tidur serta ada juga almari baju, almari es, AC dan TV. Akan tetapi pertama-tama masuk ruang itu tidak tahu mengapa terasa merinding dengan situasi kamar yang ada beberapa barang namun masih tetap tampak suwung kalaupun orang Jawa umum mengatakan. Akan tetapi lagi-lagi karena pekerjaan jadi saya serta rekan-rekan saya memperkuat nyali untuk bermalam disana.
Walau saya realistis serta tidak demikian yakin beberapa hal mistis, akan tetapi saya mengerti jika tiap-tiap ruang tentu ada penghuninya terlebih dulu. Oleh karenanya menjadi awalan atau istilahnya pamitan, saya sholat serta membaca kitab suci Al-Qur’an didalam kamar. Waktu itu kami bekerja didalam kamar mulai sore hari, mendekati malam saya serta rekan saya diminta oleh atasan kami untuk keluar kantor mencari makan malam. Saat keluar kamar nyatanya selama lorong begitu gelap karena lampu tidak dinyalakan. Saya serta rekan saya turun melalui tangga memakai pencahayaan dari handphone kami. Karena situasi sunyi, sepi serta gelap kami percepat langkah kami tanpa mengubah pandangan, cuma memandang lurus kedepan hingga kemudian keluar kantor.
Selesai kami beli makanan, kami kembali pada kamar dengan lakukan hal sama seperti kami berangat barusan. Sesudah makan malam kami meneruskan merampungkan pekerjaan sampai jam 23. 00 lalu atasan serta 3 rekan saya yang lainnya menyusul tidur. Saya terlatih tidur jam 1 pagi ditambah dengan situasi baru membuat saya lebih sulit tidur dari umumnya. Hingga saya akan memutus untuk meneruskan pekerjaan sendiri sambil melindungi rekanan yang lainnya tengah tidur. Masuk jam 00. 00 mendadak terdengar seperti nada almari pakaianyang letaknya disamping saya terbuka. Walau sebenarnya saat saya melihat almari itu posisinya masih tertutup seperti awal mulanya.
Karena perasaan saya terasa tidak enak serta tempat saya tengah sendirian, pada akhirnya saya akan memutus untuk tidur seperti yang lainnya walau saya tidak paham apakah saya dapat terlelap juga ataukah tidak. Pada akhirnya dengan bekal perasaan resah saya dapat tertidur, akan tetapi pada jam 02. 00 pagi hari mendadak saya dengar nada lagi tetapi kesempatan ini dari arah kamar mandi. Seperti ada yang menyalakan air, walau sebenarnya rekan-rekan saya masih tetap ada pada tempat tertidur di tempatnya semasing. Lalu saya teruskan tidur dengan bersembunyi di balik selimut.
Pada jam 03. 00 seperti umum saya bangun untuk sholat malam, karena peristiwa awal mulanya membuat saya takut pada akhirnya saya akan memutus untuk masuk kamar mandi tetapi pintunya saya biarlah terbuka. Lalu saya teruskan sholat malam sampai subuh tidak ada peristiwa ganjil lagi. Pagi harinya narasi horor yang semalaman saya alami tidak saya katakan pada rekan-rekan saya karena tidak mau membuat yang lainnya jadi takut juga. Sesudah makan pagi, kami kembali pada kamar untuk meneruskan kegiatan merampungkan pekerjaan. Malam pertama bermalam membuat saya terasa goyah serta ingin selekasnya pulang. Saya mengharap hari itu pekerjaan dapat dikerjakan serta saya dapat pulang ke rumah.
Akan tetapi keberuntungan kurang berpihak pada saya, nyatanya pekerjaan belumlah tuntas serta yang tentu kami mesti meneruskan pekerjaan dengan bermalam lagi di kantor. Malam ke-2 di kamar 101 saya lalui seperti malam awal mulanya, saat jam 23. 00 rekan-rekan saya telah tertidur akan tetapi saya masih tetap terbangun. Hingga membuat saya beraktivitas yang dikit konyol yakni mengkalkulasi domba supaya saya dapat cepat tertidur serta tidak alami hal seperti malam awal mulanya. Pekerjaan itu cukuplah berguna hingga membuat saya dapat terlelap, tetapi lagi-lagi seputar jam 01. 30 saya terbangun dengar nada berisik seperti barang jatuh di kamar mandi. Waktu itu saya membulatkan tekad untuk lihat ke kamar mandi tetapi memang tidak ada apa-apa. Hingga saya membiarkan pintu kamar mandi terbuka untuk masih pastikan jika tidak ada apa-apa didalam kamar mandi.
Peristiwa selalu berulang sampai malam ke-3, saat saya bangun untuk sholat malam pada jam 03. 00 pagi hari mendadak saja saya merinding dengan kondisi kamar yang terlihat lebih sunyi dari malam-malam awal mulanya. Saya selekasnya lakukan sholat sesudah tuntas saya kembali tidur serta saya bangun jam 05. 00 untuk sholat subuh bersama dengan yang lainnya. Pada saat sarapan saya beranikan diri untuk bercerita peristiwa horor 3 malam didalam kamar. Nyatanya salah seseorang rekan saya juga mengalamai hal sama dengan saya, cuma saja saatnya yang berlainan.
Rekan saya menceritakan jika saat malam pertama dia juga dengar nada almari baju terbuka cuma saja karena dia takut jadi dia tidak berani bangun serta meneruskan tidur. Lalu saat malam ke-2 dia juga dengar ada nada berisik dari arah kamar mandi serta waktu itu dia tahu saya juga terbangun tetapi lagi-lagi karena dia ketakutan jadi dia tidak berani bangun serta buka mata. Sedang 2 rekanan saya yang lainnya serta atasan saya sendiri kelihatannya telah sangat lelap dalam tidurnya hingga tidak rasakan hal itu. Hari itu saya serta rekan-rekan selekasnya merampungkan pekerjaan hingga sore hari kami dapat kembali pulang ke rumah. Sampai sekarang ini kami juga tidak tahu figur apakah yang menanti di kamar 101 itu.
loading...






Tidak ada komentar: