WAJIB TAHU INILAH 10 Ciri-ciri Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya! Setiap wanita yang sudah berhubungan intim memiliki risiko mengalami kanker serviks, meski umumnya menyerang wanita usia produktif (usia 30 hingga 45 tahun). Sama seperti kanker lain, penyakit ini juga bisa mengancam nyawa. Maka dari itu, penting untuk mengenal ciri-ciri kanker serviks.
Kanker serviks adalah jenis kanker yang mulai berkembang di serviks (leher rahim), yaitu saluran penghubung antara vagina dan rahim. Menempati urutan 4 sebagai kanker yang paling sering diderita oleh wanita, kanker ini bisa tidak menimbulkan gejala apapun pada stadium awal.
Meski begitu, ada beberapa kondisi yang mungkin bisa menjadi penanda kanker serviks.
Ciri-ciri Kanker Serviks Pada Tahap Awal Beberapa kondisi di bawah ini mungkin menjadi penanda awal kanker serviks, meski beberapa penyakit lain seperti infeksi jamur dan infeksi saluran kemih, juga bisa memiliki gejala serupa.
Berikut tanda yang perlu kamu amati:
Perdarahan Pada Waktu yang Tidak Seharusnya
Salah satu kondisi paling umum yang terjadi pada penderita kanker serviks adalah perdarahan tak normal pada vagina.
Perdarahan ini termasuk keluarnya darah setelah berhubungan intim, setelah menopause, ataupun di antara jeda waktu menstruasi. Perdarahan juga mungkin terjadi setelah olahraga yang banyak menggerakkan area panggul.
Keputihan Tidak Normal
Kondisi keputihan tertentu dapat menjadi tanda kanker serviks. Kondisi ini bisa berupa adanya darah saat keputihan ataupun lendir keputihan yang berbau.
Selain itu, tanda-tanda lain juga mungkin terjadi pada kanker serviks tahap awal. Gejala tersebut meliputi
Nyeri saat berhubungan intim
Perubahan siklus menstruasi yang tidak diketahui penyebabnya.
Ciri-ciri Kanker Serviks Tahap Lanjut
Anemia, semblit, hingga nyeri pada salah satu tubuh merupakan ciri kanker serviks stadium lanjut - dokterbabe
Kanker serviks dapat menyebar ke jaringan dan organ lain di sekelilingnya. Bila hal tersebut terjadi, ragam gejala ini mungkin dialami oleh penderita.
Konstipasi atau sembelit
Gangguan berkemih akibat ada sumbatan pada ginjal atau ureter (saluran dari ginjal ke kandung kemih). Gangguan ini dapat berupa nyeri saat buang air kecil atau meningkatnya dorongan buang air kecil.
Penderita juga mungkin kehilangan kontrol kandung kemih sehingga sangat sulit menahan keinginan untuk buang air kecil.
Nyeri pada punggung ataupun salah satu sisi tubuh. Kondisi ini dapat disebabkan oleh pembengkakan ginjal. Nyeri pada tulang dan panggul hingga bengkak pada salah satu tungkai kaki juga bisa terjadi.
Mengalami anemia, merasa lemas, kurang berenergi, hingga nafsu makan menurun. Kondisi ini bisa menyebabkan berat badan menurun. Kondisi ini bisa terjadi karena perdarahan vagina yang tidak normal.
Keluarnya urin atau tinja lewat vagina. Kondisi ini dapat terjadi bila terdapat bukaan abnormal (fistula) di antara vagina dan kandung kemih atau rektum
Bila kamu mengalami satu atau lebih tanda di atas, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Pasalnya, kemungkinan hidup penderita kanker ini menurun seiring naiknya stadium yang diderita.
Kemungkinan hidup seseorang 5 tahun setelah didiagnosis kanker serviks stadium 1 adalah 80-99%. Kemungkinan menurun menjadi 20% bila diagnosis menyebutkan pasien telah menderita kanker serviks stadium 4.
Apa yang Menjadi Penyebab Kanker Serviks?
Hampir semua kasus kanker serviks terjadi karena HPV (human papilloma virus). HPV adalah virus umum yang dapat menular melalui kontak seksual. Meskipun demikian, tidak semua HPV menyebabkan kanker. HPV 16 dan HPV 18 adalah tipe HPV yang menyebabkan sekitar 70% kasus kanker serviks.
Selain itu, ibu yang mengonsumsi diethylstilbestrol (DES) saat hamil meningkatkan risiko janinnya untuk terkena kanker serviks. DES adalah obat-obatan yang dipercaya dapat mencegah keguguran.
Mungkinkah Kanker Serviks Dicegah? Kamu bisa menurunkan risiko terkena kanker serviks dengan mengurangi kemungkinan terkena infeksi HPV. Salah satu caranya adalah dengan melakukan vaksin HPV bila kamu berusia antara 9 hingga 26 tahun.
Disarankan untuk melakukan vaksinasi HPV sebelum kamu aktif secara seksual atau sebelum berhubungan intim. Selain vaksin HPV, ragam cara lain berikut juga bisa dilakukan sebagai upaya pencegahan kanker serviks
Berhubungan Intim dengan Aman
Virus HPV dapat menular melalui hubungan seksual. Oleh karena itu, lakukanlah hubungan intim secara aman, seperti dengan selalu menggunakan kondom. Berikut adalah cara memakai kondom yang benar.
Tidak hanya itu, wanita juga disarankan untuk tidak berganti-ganti pasangan. Pasalnya, semakin banyak pasangan berhubungan seksual yang kamu miliki, semakin tinggi risiko penularan HPV.
Usia saat pertama kali berhubungan seksual juga dianggap berpengaruh pada terjadinya kanker serviks. Semakin muda wanita melakukan hubungan intim pertamanya semakin tinggi risikonya terkena infeksi HPV.Melakukan Pap Smear Secara Berkala
Pap smear adalah pemeriksaan sel-sel serviks untuk mendeteksi adanya sel pre-kanker sehingga kondisi dapat ditangani sedini mungkin. Pemeriksaan ini juga bisa dikombinasikan bersama uji HPV.
Wanita berusia 25-49 tahun dan aktif berhubungan seksual disarankan melakukan pemeriksaan ini setiap 3 tahun sekali, sedangkan wanita yang berusia 50-64 tahun disarankan melakukan pap smear setiap 5 tahun sekali.
Berhenti Merokok
Wanita yang merokok dan terinfeksi HPV berisiko lebih tinggi menderita kanker serviks. Tidak hanya itu, perokok pun dianggap kurang mampu menyingkirkan HPV dari tubuhnya.
Mengenali ciri-ciri kanker serviks sedini mungkin dapat membantu kamu menurunkan risiko terkena penyakit ini. Ciri paling umum seseorang menderita kanker serviks adalah perdarahan tidak normal pada vagina, seperti setelah berhubungan intim ataupun setelah menopause.
Bila mengalami gejalanya, pastikan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Ingat, jangan menunda-nunda! Kanker serviks bisa terus berkembang hingga mengancam nyawa bila dibiarkan.
loading...











Tidak ada komentar: